Anies Sebut Rs Di Jakarta Masih Mampu Tampung Pasien Covid

Anies Sebut Rs Di Jakarta Masih Mampu Tampung Pasien Covid

Ia menambahkan, dalam beberapa hari terakhir tempat perawatan pasien COVID-19 di RSUD Sultan Suriansyah penuh karena jumlah warga yang terinfeksi virus corona makin banyak. Lanjutnya, sebanyak 46 dari sixty seven rumah sakit rujukan Covid-19 di ibu kota ini juga sudah terisi di atas 60 persen. Sedangkan 14 dari sixty seven rumah sakit rujukan Covid-19 terisi di bawah 60 persen. Juru Bicara KKG628 Slot Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengungkapkan tingkat ketersediaan tempat tidur tujuh rumah sakit rujukan Covid-19 di DKI Jakarta hingga hari Selasa (08/9) sudah penuh. Petugas medis memeriksa ruang isolasi darurat di stadion Patriot Candrabhaga, di Bekasi, yang dipersiapkan untuk menjadi fasilitas karantina bagi pasien yang menunjukkan gejala COVID-19, Rabu, 9 September 2020.

Sebab, tenaga kesehatan yang terbatas pasti akan kerepotan jika pasien COVID-19 terus bertambah. Menurut Anies, warga isolasi mandiri merupakan mereka yang tidak dapat fasilitas rumah sakit karena menipis. Kondisi itu juga berdampak pada warga yang sedang isolasi mandiri tak terselamatkan. Anies menyebut, Jakarta merupakan satu-satunya daerah yang memiliki knowledge warga tengah isolasi mandiri. Setiap lurah hingga Babinsa memiliki information warga positif Covid-19 dan yang isolasi mandiri.

Rumah sakit di Jakarta sudah penuh

“Tetapi beberapa hari terakhir ini, terjadi peningkatan di posisi 78 untuk isolasi dan lebih dari eighty five untuk ICU, jadi memang betul mengkhawatirkan,” imbuhnya. Dengan kasus aktif yang terus melonjak ini, kondisi BOR RS rujukan COVID-19 juga makin kritis. “Lalu menjangkau warga yang membutuhkan bantuan dengan segera melibatkan unsur-unsur di daerah mulai RT, RW hingga gugus tugas,” kata Anies.

“Kami harap masyarakat tidak panik, kalau makin panik RS makin penuh dan akhirnya kebutuhan yang seharusnya bisa diberikan jadi tidak bisa diberikan karena pasien melonjak tajam,” katanya. Menurut dia, para manajemen rumah sakit saat ini tengah mencari pasokan cadangan oksigen untuk menghindari kehabisan persediaan. Lebih lanjut, Nadia mengatakan, saat ini penanganan Covid-19 tidak hanya di hilir, tetapi diperlukan pengetatan protokol kesehatan di hulu. “Dari 32 RSUD ada thirteen yang menjadi RS khusus COVID-19, seperti RSUD Kramat Jati ini. Lalu 19 RSUD lainnya 60 persen kapasitas itu disiapkan untuk COVID-19, 40 persen untuk penyakit lain,” ungkapnya. Segala upaya sudah dilakukan oleh pemerintah dengan memberikan imbauan dan aturan pembatasan, demi menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat khususnya di Jawa dan Bali yang memang menerapkan PPKM tersebut. Langkah lain yang ditempuh Pemprov DKI untuk meredam laju penularan Covid-19 yaitu melalui vaksinasi.

“Namun kami terus meningkatkan dan mengupayakan penambahan tempat tidur dan ruang ICU, penambahan tenaga kesehatan, laboratorium, dan dukungan,” kata Riza di Cikini, Jakarta Pusat, Senin (28/6). Saat lonjakan kasus Covid-19 terjadi, Anies menyebut selasar depan IGD rumah sakit pun dipenuhi antrean pasien Covid-19. “Antrean masuknya penuh, IGD-nya penuh, rawat inapnya penuh, ICU-nya juga penuh” ucap Anies.

Comments are closed.