Ilmuwan Sebut Covid

Ilmuwan Sebut Covid

Virus penyebab COVID-19 dan virus penyebab wabah SARS yang muncul di tahun 2003 memang memiliki hubungan genetik, tetapi penyakit yang ditimbulkannya berbeda. SARS lebih mematikan, tetapi penularannya lebih rendah dibandingkan COVID-19. Pernyataan WHO tersebut rupanya langsung mendapat kritikan dari sejumlah ahli. Mereka mengatakan komite pencegahan dan pengendalian infeksi WHO terlalu kaku dan terlalu medis mengenai bukti ilmiah. Meskipun beberapa pengobatan barat, tradisional, maupun buatan rumahan dapat meringankan dan mengurangi gejala ringan COVID-19, tidak ada obat yang terbukti dapat mencegah atau menyembuhkan COVID-19.

Mekanisme pendistribusian bantuan sosial telah diatur sesuai jadwal untuk menghindari kerumunan warga. Bantuan sosial yang didistribusikan tersebut Kakek Merah FAFAFA langsung diantar ke rumah warga. Sehingga warga tidak perlu berkumpul untuk mengambil bantuan, guna meminimalisasi potensi penularan COVID-19.

“Lalu tindakan penyedotan cairan dari saluran pernapasan, pemakaian nebulisasi , tindakan invasif dan non invasif pada saluran pernapasan dan resusitasi jantung paru.” Wiku menambahkan, transmisi COVID-19 melalui udara mungkin dapat terjadi pada kondisi dan keadaan tertentu, ketika suatu tindakan yang menimbulkan partikel aerosol dilakukan. Menanggapi seruan dari para ilmuwan, WHO pun kemudian mempertimbangkan kemungkinan Virus Corona baru menyebar melalui udara.

Belum terbukti covid dapat ditularkan dari udara

Meski begitu, Menurut Pakar Epidemiologi Penyakit Infeksi Universits Gadjah Mada Prof.Dr.dr. Hari Kusnanto Josef, penggunaan AC secara pribadi dan di dalam rumah tidak jadi masalah dan tidak membahayakan selama tidak ada anggota keluarga yang positif Covid-19 ataupun berkontak dengan orang yang terinfeksi Covid-19. Hingga kini pemerintah bersama ilmuwan masih terus menganalisa kemungkinan penyebaran Covid-19. Untuk memperluas penyebaran, Kemenkes pun telah mempersiapkan protokol kesehatan agar tidak terjadi lonjakan selama masyarakat beraktivitas di rumah atau di ruang publik.

Hal ini dilakukan untuk menanggapi laporan dari para peneliti awal pekan ini yang menegaskan bahwa Covid-19 menyebar dari udara. Sebab, menurut Natasha Bhuyan, MD, seorang spesialis penyakit menular dan dokter di Phoenix, Arizona, secara umum, patogen dianggap dapat menyebar di udara melalui partikel yang lebih kecil. Sejumlah ahli lagi menyarankan semua orang melakukan pencegahan lebih awal dengan selalu mengenakan masker. Salah satu anggapan awam paling populer di masyarakat adalah khasiat buah-buahan untuk menyembuhkan penyakit DBD. Di antaranya, jus jambu merah atau guava dan daun pepaya sering dianggap efektif untuk meningkatkan trombosit yaitu sel darah merah. Logikanya, seseorang yang telah sembuh dari jenis DBD serotipe DEN-2 masih memiliki risiko terjangkit ketiga jenis DBD lainnya.

Ketika orang-orang berkumpul bersama dalam kerumunan, Anda memiliki kemungkinan untuk melakukan kontak erat dengan orang yang terinfeksi COVID-19 dan lebih sulit untuk menjaga jarak fisik minimal 1 meter. Karantina berarti membatasi kegiatan atau memisahkan orang yang tidak sakit tetapi mungkin terpajan COVID-19. Tujuannya adalah untuk mencegah penyebaran penyakit pada saat orang tersebut baru mulai mengalami gejala. Jika Anda mengalami gejala ringan, seperti batuk ringan atau demam ringan, secara umum tidak perlu mencari pertolongan medis.

Jika Anda harus meninggalkan rumah, kenakan masker untuk menghindari penularan ke orang lain. Menghindari kontak dengan orang lain akan melindungi mereka dari kemungkinan penularan COVID-19 dan virus lainnya. Namun, jika Anda tinggal di daerah di mana terdapat kasus malaria atau demam berdarah, maka penting untuk tidak mengabaikan gejala demam. Saat Anda pergi ke fasilitas kesehatan, kenakan masker jika memungkinkan, jaga jarak setidaknya 1 meter dari orang lain, dan jangan menyentuh permukaan dengan tangan Anda.

Kediri harus segera menghubungi dokter yang telah ditunjuk dari RSUD Kab. “Dengan pertemuan ini harapan kami ada satu kesepakatan dan pemahaman tentang penatalaksanaan pasien Covid-19, kapan harus dirujuk ke RSUD Kabupaten Kediri . Kita harus memiliki satu persamaan prosedur dan alur rujukan yang baik. Jadi ketika kita ada yang teridentifikasi corona, kita semua sudah siap,” jelas dr. Yaya. Pemerintah Kabupaten Kediri dengan Forkopimda, rumah sakit se-Kabupaten Kediri dan organisasi profesi melakukan penandatanganan Komitmen Bersama Penanggulangan Covid-19 di Kab.

Comments are closed.