Peran Maqashid Syariah Dalam Pengembangan Sistem Ekonomi Islam

Peran Maqashid Syariah Dalam Pengembangan Sistem Ekonomi Islam

​​Dalam mewujudkan kawasan yang berdaya saing dan juga mendukung proses integrasi kawasan maka aspek konektivitas menjadi salah satu faktor yang penting. Untuk meningkatkan konektivitas antar negara anggota, ASEANtelah menyusun Master Plan on ASEAN Connectivity yang berisikan berbagai proyek dan program pengembangan infrastruktur, kelembagaan, dan hubungan antar masyarakat negara anggota. Saat ini ASEAN mempedomani pembangunan konektivitas dengan dokumen ASEAN Master Plan on Connectivity 2025 sebagai kelanjutan dari MPAC 2010. ASEAN juga membentuk ASEAN Infrastructure Fund atau Dana Infrastruktur ASEAN untuk menunjang konektivitas antar negara anggota ASEAN. Dalam upaya meningkatkan kerja sama ekonomi melalui liberalisasi perdagangan di bidang jasa, negara-negara ASEAN telah menyepakati dan mengesahkan ASEAN Framework Agreement on Services pada tanggal 15 Desember 1995 di Bangkok, Thailand. Sejak disepakatinya AFAS pada tahun 1995, liberalisasi jasa dilakukan melalui negosiasi ditingkat Coordinating Committee on Services dalam bentuk paket.

Secara konvensional, kontrak atau perjanjian dalam asuransi jiwa dapat dikategotikan sebagai akad tabaduli atau akad pertukaran yaitu pertukaran pembayaran premi dengan uang pertanggungan. Secara harfiah dalam akad pertukaran harus jelas berapa yang dibayarkan dan beraoa yang diterima. Keadaan ini menjadi rancu karena kita tahu berapa yang akan diterima , tetapi tidak tahu berapa yang akan dibayarkan karena hanya Allah yang tahu kapan seseorang akan meninggal. Dalam konsep syraiah keadaan ini akan lain karena akad yang digunakan adalah akad takafuli atau tolong- menolong dan saling menjamin di mana semua peserta asuransi menjadi penolong dan penjamin satu sama lainnya. Praktik aqilah sebagaimana yang dilaukan suku arab tersebut merupakan suatu kegiatan yang mempunyai unsur seperti yang berlaku pada bisnis asuransi.

Sebagian besar usaha kecil tumbuh secara tradisional dan merupakan usaha keluarga yang turun temurun. Keterbatasan kualitas SDM usaha kecil baik dari segi pendidikan formal maupun pengetahuan dan keterampilannya sangat berpengaruh terhadap manajemen pengelolaan usahanya, sehingga usaha tersebut sulit untuk berkembang dengan optimal. Disamping itu dengan keterbatasan kualitas SDM-nya, unit usaha tersebut relatif sulit untuk mengadopsi perkembangan teknologi baru untuk meningkatkan daya saing produk yang dihasilkannya. Jadi, upaya mengembangkan UKM tidak banyak berarti bila tidak mempertimbangkan pembangunan lebih luas. Konsep pembangunan yang dilaksanakan akan membentuk ‘aturan main’ bagi pelaku usaha sehingga upaya pengembangan UKM tidak hanya bisa dilaksanakan secara parsial, melainkan harus terintegrasi dengan pembangunan ekonomi nasional dan dilaksanakan secara berkesinambungan. Kebijakan ekonomi yang ditempuh selama ini belum menjadikan ikatan kuat bagi terciptanya keterkaitan antara usaha besar dan UKM.

Beberapa cara untuk menolong ekonomi saat ini

Pertama, resiko terpapar virus Korona di sektor pertanian dan pedesaan tidak bisa diabaikan. Betul bahwa dalam aktivitas produksinya, karena tidak seperti sektor lain, dilakukan di luar ruangan, dalam lahan yang relatif luas, dan di space berkepadatan rendah. Petani, misalnya, umurnya berada rata-rata di kisaran pra-lansia dan lansia, 45-60an tahun. Sehingga mereka merupakan kelompok yang rentan dan beresiko jika terpapar virus Covid-19. Kemudian, meskipun berkepadatan rendah dalam aktivitas produksi, tidak berarti kepadatan rendah pula dalam aktivitas non-produksi di pedesaan seperti di pemukiman maupun di pasar-pasar tradisional.

Pasalnya, kualitas tidur yang buruk sering berhubungan dengan kerentanan tubuh terhadap penyakit. Tak hanya itu, sebuah penelitian juga menemukan orang yang tidur kurang dari 6 jam setiap malam akan lebih rentan terkena flu. Untuk menambah imunitas, Anda juga bisa mengonsumsi minuman sehat penambah imun seperti jus, yoghurt, susu, atau jamu. Apalagi, kini ada banyak produk ekonomi kreatif dari UMKM lokal berupa makanan dan minuman sehat, yakni Bunatha Yoghurt, Rempah Karsa, dan Me Time Fresh. Mengonsumsi makanan dan minuman sehat menjadi hal penting yang harus dilakukan untuk menjaga imunitas.

Kedua, krisis membuka jendela kesempatan untuk merevitalisasi sektor pertanian. Kondisi ketertutupan penuh dari perdagangan internasional , akan menguji keras sistem produksi pertanian Indonesia, dan membantu kita mengindentifikasi titik-titik lemah untuk diperbaiki dalam konteks jangka panjang. Seperti yang disebutkan di atas, selain sebagai bagian penting dari sistem penyediaan pangan, di saat krisis ternyata sektor pertanian bisa menjadi jaring pengaman sosial alamiah.

Pada kesempatan tersebut, Menko Airlangga juga mengatakan bahwa dalam masa pandemi yang penuh tantangan, sektor korporasi masih bisa bertahan dan pada sektor UMKM dengan stimulus dari Pemerintah pada tahun 2020 masih bisa tumbuh. Hal ini membuktikan bahwa aktivitas masyarakat sebagai penyangga perekonomian masih bisa terjaga selama masa pandemi. Merdeka.com – Pandemi Corona atau Covid-19 melanda hampir semua negara tidak terkecuali Indonesia.

Dia menolak untuk mengatakan apakah krisis kesehatan yang meningkat dapat mendorong ekonomi dunia ke dalam resesi. Virus yang berasal dari China dan menyebar luas ke berbagai negara ini berhasil memporak-porandakan ekonomi dunia dan memicu munculnya krisis baru. “Saya mengajak Bank Indonesia , serta perangkat daerah untuk bekerja sama dengan Dekranasda Provinsi dan Kabupaten/Kota se- Kalbar dalam membantu Industri Kreatif Pulihkan Ekonomi,” ajak Casino Online Ny Lismaryani Sutarmidji, Senin (23/11), saat Menghadiri Pembukaan Pelatihan Menjahit dan Merancang Busana Secara Virtual. Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kalbar Ny Lismaryani Sutarmidji mendorong Dekranasda yang di pimpinnya bertekad untuk membantu pemulihan ekonomi lokal dan regional Kalbar. Maka dari itu, pemerintah pun terus menjalankan program-program yang memberikan peluang menguntungkan untuk para bisnis UKM supaya lebih berkembang.

Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil mengatakan, pemerintah daerah saat ini sedang melakukan upaya untuk mendorong UMKM di Jawa Barat yang jumlahnya sekitar 37 ribu yang terdampak Covid-19. KOTA BANDUNG- Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat terus berupaya untuk mendorong kembali kegiatan ekonomi 37 ribu Usaha Mikro Kecil Menengah di Jawa Barat yang terdampak pandemi Covid-19. Ini saat yang tepat untuk membeli makanan dan sembako dari mereka, karena terus membeli barang atau makanan dari mereka adalah hal yang sangat membantu agar bisnis lokal terus bertahan. Tenaga kesehatan merupakan garda terdepan dalam menangani virus corona, mereka merawat dan berupaya menyembuhkan orang yang mengalami COVID-19.

Comments are closed.